Makna "Humbang Hasundutan"
Secara etimologi, kata "Humbang" merujuk pada wilayah dataran tinggi di sekeliling Danau Toba yang subur dan kaya akan budaya Batak. Sementara kata "Hasundutan" dalam bahasa Batak Toba berarti "Barat" atau tempat matahari terbenam.
Sehingga Humbang Hasundutan secara harfiah bermakna Wilayah Humbang bagian Barat. Kawasan ini sejak zaman dahulu kala dikenal sebagai pusat kebudayaan, pertanian, dan tanah leluhur bermula dari Lembah Bakkara.
Fakta Singkat Pemekaran
Landasan Hukum Pembentukan- Dasar Hukum: UU No. 9 Tahun 2003
- Tanggal Hari Jadi: 28 Juli 2003
- Kabupaten Induk: Tapanuli Utara
- Ibu Kota: Doloksanggul
Raja Sisingamangaraja XII & Bakkara
Lembah Bakkara di Humbang Hasundutan merupakan dinasti Istana Kerajaan Sisingamangaraja I hingga XII. Dari tanah inilah Raja Sisingamangaraja XII memimpin perlawanan gigih melawan penjajahan kolonial Belanda selama lebih dari 30 tahun demi mempertahankan kedaulatan tanah Batak.
Perjalanan Sejarah Wilayah
Pusat Budaya Batak
Wilayah Humbang merupakan salah satu jantung kawasan leluhur suku Batak Toba di dataran tinggi Bukit Barisan, dengan tradisi pertanian dan hutan kemenyan yang terjaga hingga kini.
Masa Dinasti Sisingamangaraja
Lembah Bakkara di Humbang Hasundutan menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Negeri Batak di bawah kepemimpinan Raja Sisingamangaraja XII hingga gugur pada 17 Juni 1907.
Pemerintahan Awal
Pada awal masa kemerdekaan Indonesia, wilayah Humbang sempat tercatat memiliki bentuk pemerintahan setingkat kabupaten, menjadi cikal bakal semangat otonomi daerah.
Kewedanaan Humbang
Kawasan Humbang berstatus sebagai Wilayah Kewedanaan Humbang di bawah naungan Kabupaten Tapanuli Utara sebagai pusat perdagangan dan pertanian Doloksanggul.
Deklarasi Pemekaran
Para tokoh masyarakat mendeklarasikan pembentukan kembali Kabupaten Humbang Hasundutan di Dolok Sanggul sebagai aspirasi masyarakat bona pasogit.
Pemekaran Resmi Kabupaten
Melalui Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2003, Humbang Hasundutan resmi mekar menjadi Kabupaten otonom baru yang terpisah dari induknya, Tapanuli Utara.
Humbang Hasundutan Modern
Kini berkembang pesat sebagai sentra ketahanan pangan nasional (Food Estate), pariwisata super prioritas Danau Toba, dan penghasil kopi Arabika berkualitas internasional.