humas@humbanghasundutankab.go.id | (021) 555-0123
Senin - Jumat, 08.00 - 16.00 WIB

Sejarah Humbang Hasundutan

Mengenal jejak peradaban, tanah kelahiran Raja Sisingamangaraja XII, hingga berdirinya Kabupaten Humbang Hasundutan.

Asal Usul Nama

Makna "Humbang Hasundutan"

Secara etimologi, kata "Humbang" merujuk pada wilayah dataran tinggi di sekeliling Danau Toba yang subur dan kaya akan budaya Batak. Sementara kata "Hasundutan" dalam bahasa Batak Toba berarti "Barat" atau tempat matahari terbenam.

Sehingga Humbang Hasundutan secara harfiah bermakna Wilayah Humbang bagian Barat. Kawasan ini sejak zaman dahulu kala dikenal sebagai pusat kebudayaan, pertanian, dan tanah leluhur bermula dari Lembah Bakkara.

Fakta Singkat Pemekaran
Landasan Hukum Pembentukan
  • Dasar Hukum: UU No. 9 Tahun 2003
  • Tanggal Hari Jadi: 28 Juli 2003
  • Kabupaten Induk: Tapanuli Utara
  • Ibu Kota: Doloksanggul
Pahlawan Nasional

Raja Sisingamangaraja XII & Bakkara

Lembah Bakkara di Humbang Hasundutan merupakan dinasti Istana Kerajaan Sisingamangaraja I hingga XII. Dari tanah inilah Raja Sisingamangaraja XII memimpin perlawanan gigih melawan penjajahan kolonial Belanda selama lebih dari 30 tahun demi mempertahankan kedaulatan tanah Batak.

Garis Waktu

Perjalanan Sejarah Wilayah

Masa Leluhur

Pusat Budaya Batak

Wilayah Humbang merupakan salah satu jantung kawasan leluhur suku Batak Toba di dataran tinggi Bukit Barisan, dengan tradisi pertanian dan hutan kemenyan yang terjaga hingga kini.

Warisan Budaya & Tradisi Lokal
Abad ke-19 — 1907

Masa Dinasti Sisingamangaraja

Lembah Bakkara di Humbang Hasundutan menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Negeri Batak di bawah kepemimpinan Raja Sisingamangaraja XII hingga gugur pada 17 Juni 1907.

Pusat Pertahanan & Benteng Bakkara
1947 — 1949

Pemerintahan Awal

Pada awal masa kemerdekaan Indonesia, wilayah Humbang sempat tercatat memiliki bentuk pemerintahan setingkat kabupaten, menjadi cikal bakal semangat otonomi daerah.

Era Awal Kemerdekaan
Masa Kolonial & Pasca-Kemerdekaan

Kewedanaan Humbang

Kawasan Humbang berstatus sebagai Wilayah Kewedanaan Humbang di bawah naungan Kabupaten Tapanuli Utara sebagai pusat perdagangan dan pertanian Doloksanggul.

Pusat Perdagangan & Pertanian
23 April 2002

Deklarasi Pemekaran

Para tokoh masyarakat mendeklarasikan pembentukan kembali Kabupaten Humbang Hasundutan di Dolok Sanggul sebagai aspirasi masyarakat bona pasogit.

Aspirasi Tokoh Masyarakat
28 Juli 2003

Pemekaran Resmi Kabupaten

Melalui Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2003, Humbang Hasundutan resmi mekar menjadi Kabupaten otonom baru yang terpisah dari induknya, Tapanuli Utara.

Pengesahan UU Otonomi Daerah
Sekarang & Masa Depan

Humbang Hasundutan Modern

Kini berkembang pesat sebagai sentra ketahanan pangan nasional (Food Estate), pariwisata super prioritas Danau Toba, dan penghasil kopi Arabika berkualitas internasional.

Agroindustri & Pariwisata